Blogroll

Showing posts with label Politik Sosial Budaya. Show all posts
Showing posts with label Politik Sosial Budaya. Show all posts

Wednesday, 24 October 2012

Kereta Api (KA) Premeks Anjlok


Prameks
Sleman , Sebagian besar korban dalam kecelakaan kereta api Prameks tujuan Solo-Yogyakarta hanya mengalami luka ringan. Para penumpang yang terluka itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panti Rini Kabupaten Sleman, Daertah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan pantauan di RS Panti Rini Sleman, Yogyakarta, pasien yang mengalami luka ringan tersebut kebanyakan perempuan. Para pasien mendapatkan perawatan dengan baik.


Para penumpang banyak yang menderita luka di kepala dan tangan. Hampir semua pasien diperban. Korban kecelakaan KA Prameks dibawa ke RS Panti Rini Kalasan Sleman dan RS Bhayangkara.


Menurut keterangan sembilan korban luka dilarikan ke RS Bhayangkara dan 20 orang dirawat di RS Panti Rini Sleman. KA Prameks anjlok di timur Stasiun Kalasan Kabupaten Sleman, DIY, sekitar pukul 16.45 WIB. Badan kereta komuter tersebut melintang di rel ganda sehingga menyebabkan perjalanan kereta dari arah timur dan barat tertunda.


Tuesday, 16 October 2012

Pesawat Hawk 100 Jatuh ,Pilot Selamat

Metrotvnews.com, Pekanbaru:Sebuah pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI Angkatan Udara jatuh di Pandau, Pekanbaru, Riau, Selasa (16/10) pagi. Belum terang benar penyebab kecelakaan fatal ini.

Pesawat buatan Inggris pada 1980, bernomor registrasi TT0212, itu jatuh persis di permukiman padat penduduk. Pilot pesawat, Letnan Dua Penerbang Reza Yori dikabarkan selamat setelah melepaskan diri dengan kursi pelontar.

Belum diketahui pasti penyebab pesawat jatuh. Belum dikabarkan pula ada korban jiwa dalam insiden itu. Sementara penumpang dalam pesawat itu hanya pilot. (TII/DOR)


Sumber : Metrotvnews.com

Friday, 18 May 2012

Dog TV: Cable Channel Designed For Dogs Left At Home (VIDEO)

           LOS ANGELES -- Filmmakers are calling DogTV a new breed of television – an eight-hour block of on-demand cable TV programming designed to keep your dog relaxed, stimulated and entertained while you are at work.

To get the right footage, cameramen got on their knees and shot low and long. "I shot from the point of view of the dog," said Gilad Neumann, chief executive officer of DogTV.

In production, they had to mute colors, alter sound and add music specially written for dogs.

There will be no commercials, no ratings and no reruns, although some might argue that watching a slug crawl is hardly exciting new programming.

One million subscribers with two cable companies have access to DogTV in San Diego. It is doing so well that parent company PTV Media plans to offer it nationally in the next several months, Neumann said.

It will cost about $4.99 a month, Neumann said. If you figure more than 46 million U.S. households have dogs (according to the American Pet Products Association) and 97 percent of U.S. homes have televisions, the future looks promising.

Bleu, a year-old French bulldog, has been watching for a month and snorts and grunts his approval, owner Mary Catania of San Diego said. He used to perk up when "Family Guy" came on, Catania said, but he seems more intrigued by DogTV.

"I always feel guilty leaving him alone all day when I'm at work," Catania said. "He's like my kid. I don't have any children so I really treat him like my child. Anything that makes him happy makes me happy."

For years, pet owners have been leaving a television or radio on when they go out so their pets have company, said Dr. Nick Dodman, director of the Animal Behavior Clinic in Department of Clinical Sciences at Cummings School of Veterinary Medicine at Tufts University in Massachusetts.



Spoiler for {option}:




sumber :http://www.huffingtonpost.com/2012/04/17/dog-tv-cable-channel-_n_1431690.html

Wednesday, 16 May 2012

Ledakan Kios dan Mobil Pemadam, 50 Orang terluka meninggal dunia 1

 

kejadian, sumatera BatusangkarSedikitnya 50 orang terluka ketika sebuah kios bahan bakar premium dan sebuah mobil kebakaran meledak Senin malam di Jorong Padang Datar, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat.

 

Puluhan orang yang terluka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu, kemudian dilarikan ke RSUD Ali Hanafiah Batusangkar untuk mendapatkan merawatan medis.

 

Wali Nagari (kepala desa adat) Pagaruyung, Jamaris Malin Sutan, menjelaskan bahwa ledakan itu berawal ketika petugas pemadam tengah berusaha memadamkan api yang membakar kios premium.

 

Ketika petugas menyemprotkan air ke dalam kios yang terbakar, tiba-tiba bensin menyembur keluar dan mengenai mobil pemadam kebakaran. Saat itulah api membesar dan meledakkan mobil serta kios.

 

Warga sekitar yang tengah menyaksikan proses pemadaman api tersebut terkena sambaran api dan menderita luka bakar sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

 

Sumber : kaskus.us

 

Apa Benar Sukhoi Na'as Adalah Pesawat Pengganti

Apa Benar Sukhoi Na'as Adalah Pesawat Pengganti


Sukhoi Arvhe.co.cc - Arvhe News Benar-benar tidak diduga pesawat buatan rusia Sukhoi Super Jet 100 yang mulai tahun 2007 sudah mulai launching ternyata hilang dengan cara yang naas pada sesi penerbangan kedua yang menempuh perjalannan mulai dari Bandara Halim Pradanakusuma - Pelabuhan ratu dan kembali lagi ke Bandara Halim Pradanakusuma, tetapi perjalanan yang seharusnya di tempuh dengan waktu 30-40 menit pesawat itu hanya dapat melayang sekitar 20 menit saja di karenakan hilang kontak dengan pihak ATC.

Burung besi buatan Rusia itu hilang kontak sekitar 20 menit paska tinggal landas. Baru pada Kamis pagi, keesokan harinya, pesawat itu dipastikan hancur menabrak tebing Puncak I Gunung Salak.

Keberadaan pesawat komersial pertama buatan Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet di tanah air adalah dalam rangka tur ke enam negara Asia. Sebelumnya, ia telah dipamerkan ke tiga negara, Myanmar, Pakistan, Khazakhstan, sebelum akhirnya tiba di Indonesia 9 Mei 2012. Dua negara lain yang dijadwalkan adalah Laos dan Vietnam.

Belum lagi jelas penyebab kecelakaan maut tersebut,banyak rumor juga yang mengatakan bahwa, jatuhnya pessawat sukhoi tersebut di karenakan sinyal HP para penumpang. saat kotak hitam belum lagi didapatkan, muncul informasi terbaru. Bahwa Sukhoi Superjet-100 yang dibawa ke Indonesia adalah pesawat pengganti.

Media Rusia, Moskovskiy Komsomolets dan Kommersant memberitakan, pesawat yang menjalani demo terbang di Kazakhstan dan Pakistan bernomor 97005, sementara model yang diterbangkan di Indonesia bernomor 97004, beda satu dijit.

"Kenapa pesawat itu diganti, saya tak bisa mengatakannya," kata sumber yang dikutip koran tersebut. "Namun jika pesawat pertama tak diizinkan meneruskan demo terbang pasti ada alasannya."

Sementara, juru bicara Sukhoi Civil Aircraft, Olga Kayukova mengakui, pesawat pertama dipulangkan ke Moskow, Rusia setelah demo terbang di Kazakhstan "untuk menjalani tes", tanpa menyebut alasan persisnya.

Dan berita yang telah dikonfirmasi oleh pihak VIVAnews.com, Konsultan PT Trimarga Rekatama, agen Sukhoi di Indonesia, Sunaryo mengatakan, Sukhoi yang digunakan di Indonesia mendapat nomor registrasi 97005 bukan 97004 seperti yang diberitakan sejumlah media asing. "Izinnya untuk terbang ke Indonesia dengan nomer registrasi 97005," ujarnya ketika dihubungi Senin malam 14 Mei 2012.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nomer itu merupakan nomer ijin dari Kementrian dan menggaskan bahwa pesawat Sukhoi yang dipakai di Indonesia bukanlah pesawat pengganti. "Itu, izin dari kementrian dengan nomer itu, tidak ada pesawat pengganti. Saya malah baru tahu berita ini," jelasnya.

Sementara, berdasarkan foto-foto yang diambil blogger Rusia yang ikut dalam tur tersebut, Sergey Dolya, dalam blognya sergeydolya.livejournal.com bisa dilihat apakah benar Sukhoi yang dipamerkan berbeda.

 

 


sumber : Arvhe.co.cc

Basarah: Anggota DPR Tak Butuh Senjata Api

 

Basarah: Anggota DPR Tak Butuh Senjata Api

DPRLiputan6.com, Jakarta: Anggota DPR memiliki tiga tugas utama dalam menjalankan fungsinya. Ketiga hal itu adalah soal pembentukan undang-undang, pengawasan, dan penganggaran (budgeting). Melalui fungsinya itu pula, anggota Dewan lalu memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya.

Menurut Ahmad Basarah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sebagai legislator, untuk melaksanakan ketiga hal itu, sama sekali tak diperlukan senjata api. Bila berkaitan dengan keselamatan, menurut Basarah, sebaiknya meminta perlindungan ke polisi.
"Sesuai UU Polri, tugas polisi adalah melindungi dan mengayomi masyarakat dan menegakkan hukum," kata Basarah yang juga anggota Komisi Hukum DPR melalui pesan singkat atau SMS yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Selasa (8/5).
Basarah menambahkan, dengan alasan keselamatan lalu memiliki senjata api bukanlah jalan keluar. DPR, imbuh Basarah, bisa membantu Polri dengan membuat sistem dan regulasi supaya polisi maksimal dalam melaksanakan tugasnya.
Lantaran itulah, ia mendesak Polri supaya segera mencabut atau merevisi Surat Keputusan Kapolri yang membolehkan masyarakat sipil memiliki senjata api.
"SK Kapolri tersebut terlalu luas dan longgar, sehingga menjadi terlalu banyak senjata api beredar di tangan masyarakat. Tentu saja Polri harus meningkatkan jaminan sistem keamanan dan keselamatan warga negara dari bahaya kekerasan dan kejahatan," katanya.(ANS)

 

Paling menarik menurut kalian?

Translate

Search This Blog